Natasya - Laut Pasang 1994

 RESENSI BUKU “ LAUT PASANG 1994 “

 

 

I. IDENTITAS BUKU

 

a. Judul Buku : LAUT PASANG 1994
b. Pengarang : Lilpudu
c. Penerbit : Akad x Tekad
d. Tahun Terbit : Oktober 2024
e. Kota Terbit : Depok
f. Jumlah Halaman : 320 halaman
g. ISBN : 978-623-5953-36-6  

 

II. PENDAHULUAN

Novel Laut Pasang 1994 karya Airinda Nanda Suryadi atauLilpudu adalah novel ini dibaca karena ceritanya menarik dan mengambil latar dari kejadian yang pernah terjadi di Indonesia. Selain itu, novel ini juga awalnya dipublikasikanmelalui Wattpad dan mendapatkan banyak perhatian daripembaca. Menurut saya, novel ini menarik untuk dibacakarena tidak hanya menyajikan cerita, tetapi juga membuatpembaca mengetahui sedikit tentang peristiwa yang pernahterjadi pada masa lalu.

 

III. ISI RESENSI
a. Ringkasan Isi Buku

Cerita ini menggambarkan kehidupan sebuah keluarga besardi Banyuwangi pada tahun 1988, yang terdiri dari tujuh bersaudara laki-lak yaitu ada anak pertama yang bernamaKhalid, kedua Nadi, ketiga Dewangga, keempat Apta, kelimaEsa, keenam Dipa , ketujuh Windu, bapak, ibu,dan kakek(simbah).Bapak dalam keluarga ini merupakan seorang yang bisa membuat mereka terasa lengkap dan bahagia, sangat menyayangi anak-anaknya serta bertanggung jawab penuhatas keluaganya. Namun, bapak memiliki keburukan yang sangat sulit di hilangkan, seperti sering kali jajan ( mainPerempuan ), bermain judi, dan bahkan minum-minum di rumah ibu dalam keluarga ini memiliki Riwayat TBC, dan mati-matian menahan rasa sakit dihatinya melihat perilakubapak yang sebenarnya tanpa sepengetahuan anak-anaknya.

Semenjak ibu meninggal, perilaku bapak berubah drastis. Ia menjadi sosok yang egois, tidak mau kalah, dan selalu merasabahwa anak-anaknya selalu salah. Bapak sering tidak pulangke rumah, anak-anak pun hanya tinggal sama Simbah. Bapak akan pulang ke rumah Ketika emosinya sedang meluap-luap, dan menumpahkan semuanya pada anak-anak yang bahkansama sekali tidak pantas untuk dijadikan samsak tinju.

Untungnya, masih ada Simbah yang sangat sabar dan selalumemberikan semangat serta arahan kepada cucu-cucunya. Meskipun perilaku Bapak sangat keterlaluan, anak-anaknyaselalu mengingat pesan terakhir yang Ibu berikan untuk tidakmembenci Bapak dalam keadaan apapun.

Suatu hari, terjadi gempa bumi yang cukup kuat. Bapak yang biasanya tidak pernah cemas menjadi khawatir dengankeadaan anak-anak di rumah. Bapak pulang ke rumah hanyauntuk memastikan keadaan anak-anak. Namun, karenaketakutan anak-anak terhadap Bapak yang sering memarahimereka, lagi-lagi Bapak gagal mengendalikan dirinya dan meninggalkan rumah dengan cepat.

Setelah gempa pertama berhenti, keadaan mulai membaiksekitar 15 menit kemudian. Keadaan mulai Kembali tenangsemua baik itu juga para warga desa. Namun ketenangan itutidak berlangsung lama pada malam harinya guncanagandahsyat bersamaan dentuman keras tak tahu dari mana asalnya. Tanah berguncang begitu dahsyatnya, meruntuhkanapa saja yang ada disana. Bahkan di luar terdengar sangat keras dan jelas banyak teriakan orang-orang memanggil anak-anak mereka,orang tua, dan memanggil tetangganya.

Bahkan saking kencang dan bisingnya suara dari air laut, ketujuh saudara laki-laki ,Bapak,dan Simbah sibukmenyelamat kan diri mereka sendiri satu sama lain berpelukandan saling melindungin meskipun air laut menghantam tubuhmereka membuat mereka semua terpisah tak tahu kemanaarahnya tubuh mereka hanyut mengikuti arus air laut. Desa hancur di terjang begitu dahsyat oleh air laut, banyak tubuhorang-orang terombang-ambing ke bawa arus, banyak ygmasih sadar berusaha mencari pegangan agar tidak tenggelam, juga tubuh mereka yg terbentur oleh benda keras yang juga keikut hanyut, dan juga banyak tubuh yang sudah tidakbernyawa terombang-ambing.

Malam itu juga, sekitarnya kurang lebih satu jam setelahtsunami menyapu seluruh kota Tim Sar langsung terjun ketempat kejadian, di mana banyak manusia tergeletak takberaturan di sembarang tempat. Ada yang masih diberi napas, ada pula yang sudah tak terhitung  berapa lama napasnyahabis. Khalid ditemukan masih hidup, tetapi sudah kehilangankesadaran. Nadi ditemukan dalam keadaan tertimbunreruntuhan dan sudah tidak bernyawa. Dewangga ditemukanmasih hidup dengan jantung yang masih berdetak, tetapikondisinya sangat kritis karena wajah dan bibirnya sudahmembiru.

Sementara itu, Esa ditemukan di atas reruntuhan dan tanahlembap dengan kondisi terluka. Dipa juga ditemukan dalamkeadaan terluka dan mengalami banyak luka pada tubuhnya. Windu ditemukan dalam keadaan setengah terkubur tanah, dengan bagian bawah tubuhnya tertimpa puing-puing rumahdan tanah basah. Sedangkan Simbah tersenyum  wajah berseriditemukan sudah tidak bernyawa, dengan tubuh yang dipenuhilumpu.

Setelah tsunami menyapu seluruh kota, hanya Bapak, Khalid dan Dewangga yang selamat. Mereka mencari jasad Aptayang belum ditemukan hingga dua hari setelah kejadian. Mereka merasa sangat sedih kehilangan banyak anggotakeluarga, terutama  karena jasad Apta yang belum ditemukan. Mereka pergi ke tepian pantai dan melihat air yang masihbergemuruh sangat berisik. Khalid merasa terpukul dan berharap laut mengembalikan Apta. Bapak mencobamenenangkan anak-anaknya dan memeluk mereka.

b. Analisis dan Ulasan

Kisah ini menggambarkan perjuangan keluarga dalammenghadapi tragedi dan kehilangan yang mendalam, yaitumenghadapi tragedi dan kehilangan yang mendalam, yaitumenghadapi perubahan dalam dinamika keluarga merekasendiri. Meskipun mengalami banyak kesulitan, keluarga initetap bersatu dan mencoba untuk bangkit dari keterpurukan.

Ceritanya sangat menguras perasaan dan emosi, seolah-olahpembaca ikut serta dalam peristiwa tersebut. Penulis novel iniberhasil membawa para pembaca untuk berimajinasi. Terdapatbanyak Pelajaran hidup, salah satunya yaitu mengajarkantentang kasih saying persaudaraan, rasa ihklas, dan rasa penyesalan.

Alur cerita yang digunakan ialah alur campuran atau majumundur. Apabila para pembaca yang belum terbiasa denganalur tersebut akan merasa sedikit kesulitan untuk memahamiisi cerita.

c. Kutipan Penting

“ Bagaimanapun takdirnya nanti, tujuh ya akan tetap tujuh. Ingat kata Simbah, kalau kita itu satu, satu jiwa yang terbagidi tujuh raga berbeda. “

 

IV. PENUTUP

Menurut saya , Laut Pasang 1994 adalah novel yang emosional dan banyak menceritakan tentang keluarga sertapersaudaraan. Menurut saya, novel ini layak dibaca, terutamauntuk remaja dan orang yang suka cerita bertema keluarga.

 

V. IDENTITAS PENULIS RESENSI

Nama lengkap : Natasya Nuraini

Nama sekolah dan kelas : SMA Martia Bhakti , X-1

Nomor telepon/HP : 085313399369

Alamat email : natasyanuraini480@gmail.com

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Fana AlBara - Dangereux

Muzlipah safa - When Lige Gibes You Aurora

Luthfia - Helmi, Cello